2008/12/25

Kedatangan Pato Tertunda

Harapan Aremania untuk segera melihat aksi-aksi Patricio Morales atau yang akrab dengan panggilan Pato harus tertunda.Saat ia dan anak istri transit di bandara Kuala Lumpur,Malaysia,visanya dianggap bermasalah.Terpaksa,mereka kembali ke Chile pada hari Minggu pukul 01.00 WIB. Mereka diperkirakan menempuh total perjalanan kurang lebih 50 jam dengan beberapa kali transit diantaranya di Afrika Selatan dan Argentina.
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)

Manajemen Arema menyayangkan seputar kasus ini.Sebab Pato tidak bisa menunjukkan surat-surat secara lengkap kepada pihak imigrasi Mlaysia.Diantaranya, Pato lupa menyertakan visa kunjungan yang jauh-jauh hari sudah dibuatkan Manajemen Arema melalui KBRI di Chile.

"Arema membantu Pato soal pengurusan dokumen imigrasi sebagai syarat Pato bisa masuk Indonesia. Diantaranya, staf kami akan membuatkan visa kerja Pato di Arema lewat kantor imigrasi di Jakarta. Visa itu nantinya dikirim ke KBRI di Chile dan diambil Pato untuk ditempel pada paspornya saat akan berangkat ke Indonesia lagi,” ujar Muhammad Taufan, Asisten Manajer Arema kepada siang kemarin(dari Malang Post).

Manajemen Arema belum bisa memastikan soal rencana Pato berangkat ke Malang lagi. Jika proses melengkapi persyaratan dokumen imigrasinya final, bomber kelahiran Chile, 13 September 1977 ini dipastikan langsung ke Malang bersama istri, Yanet Reinoso Cortes dan Antonia Paz Morales Reinoso (anaknya). Kubu Arema berharap proses pengurusan dokumen imigrasi Pato cepat selesai dan pemain bersangkutan segera ke Malang.

Sebelumnya,manajemen Arema berusaha membantu Pato dengan mengirim staf ke Malaysia namun tidak berhasil.Jika proses pembuatan visa kerja Pato di Arema beres, dan Pato sudah mengambilnya di KBRI di Chile, maka dia akan berangkat ke Malang lagi.Kita berharap urusan Pato lancar sehingga bisa tiba di Bumi Arema secepatnya untuk menandatangani kontrak lalu bergabung dengan para pemain Arema menjalani latihan menyongsong babak kedua Indonesia Super League yang semakin keras persaingannya.(*bamz)

7 komentar:

  1. ancene MALENGSIYA nggatheliii puollll,tukang ngrusuhi thokkk..!!!!!
    Dji Anc Okk.....!!!

    @Nt

    BalasHapus
  2. Ganyang MAlengSia..!!!!!!!!!

    @Nt

    BalasHapus
  3. AS aremania krgploso:


    ralat,MALINGSIA lho boss.
    @Nt iki ancen tukang misuh thokk!!

    BalasHapus
  4. Positive thinking aja,kawan.
    Ancene aturan iku ketat,Indonesia layak meniru Malaysia yang cukup disiplin dan tegas dalam soal peraturan,nggak kayak kita yang seneng tarik ulur atas anama kepentingan.
    Persoalan Pato jangan diseret-seret ke ranah politik serta sentimen buta,mas-mas.
    (Yuli Suthil)

    BalasHapus
  5. Malaysia iku ancen sok-sok-an saiki,koyok arek cilik senengane golek perkara.Coba jaman Pak Harto,mana berani mereka?

    Tapi soal Pato ojok digowo2,lek ta'delok iku ancene Pato sing khilaf,padahal Arema wis mbantu temenan,KBRI Chili yo sangat proaktif menyelesaikan semua urusan.

    Wis,dungakno ae ndang beres urusane Pato mbek Arema,ndang cepet latihan,ndang cepet main.

    Dari:Dian Ngalam,Sukun.

    BalasHapus
  6. Yok opo se ker, nekakno wong siji ae repote gak karu-karuan. Lha untung kompetisi diundur maneh, dadi yo sik onok harapan Pato main di kesempatan pertama. Mugo2 ae cepet balik nang Malang.

    BalasHapus
  7. PatO tErANCAm tAk bISa MaIn dI INdOnEsIa.iNi bErITa MaLAnG PoSt tAdI PaGi:

    Pato masih kebingungan dalam pengadaan beberapa dokumen persyaratan untuk pengurusan visa kerja ke pihak imigrasi Indonesia sebagai bagian persyaratan bisa masuk Indonesia.
    Diantaranya, Pato harus menyertakan track record sepanjang membela klub lamanya, Deportes Lota Schwager (Primera Division B Chile) meliputi data berapa kali Pato main dan kasta klubnya. Hal ini salah satu persyaratan memiliki nota verifikasi dari Badan Liga Indonesia (BLI) sebelum ke proses permohonan izin kerja ke Depnaker dan melangkah ke pengurusan Visa Kerja ke imigrasi.

    Asisten Manajer Arema Muhammad Taufan, membenarkannya hal ini. Pihaknya menyarankan track record itu dikirim Pato via email atau fax ke Manajemen Arema. Jika sudah dikirim dan diterima, staf Arema akan membantu pemain kelahiran Chile 13 September 1977 itu ke proses permohonan mendapat izin kerja dan Visa Kerja. Namun hingga kemarin, Pato belum mengirimkannya.

    ‘’Baru saja (kemarin, Red), saya telepon Pato dan menyampaikan hal ini. Pato masih bingung soal pengiriman track record yang menjadi salah satu persyaratan untuk lolos verifikasi BLI. Sampai saat ini, dia belum kirim track recordnya selama bermain di Lota dan data klubnya,” terang Taufan kepada Malang Post, siang kemarin.

    Jika Pato tidak segera mengirimnya, dia terancam tidak dapat segera tiba di Malang dan bermain di Arema. Pasalnya, visa kerja yang diidamkan manajemen Arema segera dimiliki Pato tersebut akan ditembuskan Arema melalui imigrasi ke KBRI di Chile. Tembusan itu nantinya terlebih dahulu diambil Pato dan kemudian ditempel pada paspor Pato sebagai bekal bertolak dari Chile menuju kandang singa.

    Padahal, Arema sangat berharap akhir Desember ini, segala pengurusan dokumen imigrasi sebagai syarat masuk ke Indonesia beres. Sebab, Pato yang sudah digaransi langsung kontrak sebagai amunisi baru tim di putaran kedua Super Liga. Diharapkan ia bisa secepatnya beradaptasi dengan Suroso dkk dalam arahan pelatih Gusnul Yakin. Pato sendiri sudah tiba di Malaysia, Jumat (19/12) lalu, namun dia harus kembali ke Chile lantaran dokumen imigrasinya tidak lengkap.

    (yULi sUtHiL)

    BalasHapus