Setelah sempat tertunda, akhirnya Patricio Morales Gaete mulai bertolak meninggalkan Chile menuju 'kandang singa' Malang, hari ini.Bomber lincah haus gol itu memenuhi panggilan manajemen Arema yangsiap mengontraknya untuk kembali membela Singo Edan seperti musim 2007lalu. Dia disiapkan sebagai tandem Emaleu Serge Ngomgue (Kamerun) disektor mesin gol Arema.
(baca sampai tuntas?klik judul di atas)
Pemain kelahiran Chile, 13 September 1977 ini mengaku berangkat ke Malang bersama istrinya Yanet Reinoso Cortes(istri) dan anaknya, Antonia Paz Morales Reinoso (tiga tahun). Jika penerbangan lancar, Pato sudah tiba di Malang,Jumat(19/12)mendatang.Dia pun tidak sabar segera bertemu manajemen Singo Edan untuk melanjutkan pembicaraan seputar kontraknya di Arema. Iya, aku 17 berangkat sama istri dan anak dari Chile. di sana (Malang, Red) 19 Desember. Selamat buat kamu dan seluruh Aremania di sana terang penggemar Casuela (makanan khas Chile) ini via pesannya yang dikirim
lewat alamat email pribadinya kepada Malang Post, kemarin.
Keberangkatan Pato dan keluarga dari Concepuon Chile, kampung halamannya ke Malang diperkirakan menempuh perjalanan kurang lebih selama 33 jam. Mereka akan transit di beberapa negara diantaranya Argentina, Afrika Selatan dan Malaysia sebelum masuk Indonesia.
Manajemen Arema membekali Pato dan keluarga dengan visa kunjungan keIndonesia setelah mengajukannya ke pihak imigrasi dan ditembuskan keKBRI di Chile. Sementara itu, pelatih Gusnul Yakin juga membenarkan seputar agenda keberangkatan Pato ke Malang tersebut. Dia berharap,Pato menempuh rangkaian perjalanan udara dengan lancar dari Chile ke Malang. Sehingga dia bisa segera bergabung pada latihan rutin tim.Pasalnya, dia menginginkan Pato secepatnya beradaptasi dengan permainan tim dan Suroso dkk seiring mempersiapkan diri tampil di putaran kedua Superliga. Mudah-mudahan perjalanan Pato lancar sampai ke Malang.
Informasinya, Pato sudah ada deal kontrak dengan Arema,sehingga dia bisa secepatnya bergabung pada latihan tim untuk persiapan putaran kedua Superliga, terang Gusnul. Di saat menunggu kedatangan Pato, tim pelatih Arema juga pusing memikirkan perkembangan Emaleu Serge. Pasalnya, bomber yang akan menjadi tandem Pato tersebut
justru belum pulih dari cedera pada tulang rawan lutut kirinya.Bahkan, mantan penyerang timnas U-17 Kamerun itu terancam menjalanioperasi untuk mendukung proses pemulihan cedera.(poy/jon)(poy harry)
2008/12/17
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
pokoke PATO PATO PATO
BalasHapustambah CHAGO tambah mbois kerrr
(Dian NgALAM)
Semoga menjadi keputusan yang tepat bahwa mengambil Pato adalah sebuah keharusan yang tak dapat dipungkiri jikalau Arema hendak kembali ke jalan yang benar.
BalasHapus{AS aremania krgploso}
Dengan masuknya Pato ditandemkan dengan Serge,kita sangat berharap agar AREMA tampil digdaya seperti dulu lagi,jangan tampil memalukan seperti saat kekalahan konyol melawan PERSIBO yang jelas-jelas adalah tim promosi di Divisi Utama,kekalahan yang sangat tidak pantas dialami oleh tim dengan nama besar seperti AREMA.
BalasHapusDuet Pato-Serge harus menjadi semacam duet maut yang mampu berbicara banyak di kompetisi Superliga.Ayo Pato,kami rindu penampilanmu kembali di kandang singa,kami rindu assist2mu,kami rindu gol-golmu,kami rindu permainan cantikmu.
(Yuli Suthil)
Aku jadi teringat gol PATO sing DIANULIR oleh DJADJAT SUBEDJADDDD pas niam ndik IRIDEK!!!!
BalasHapusLAPO GAK SEDARI DULU PATO DIJUPUK,TINIMBANG BENSON SING MANDUL,ASING KOK MANDUL!!
BalasHapusThanks telah bergabung di Komunitas Blogger Kebumen. Kami akan lebih merasa senang jika Anda berkenan memasang banner/link kami..
BalasHapusPATO balek maneh nang Cile,tertahan karen urusan paspor/visa di Mlaysia.Iki beritane:
BalasHapusMALANG – 23/12/08. Manajemen Arema menyayangkan seputar kasus batalnya Patricio ‘Pato’ Morales Gaete ke Malang akibat belum lengkapnya dokumen keimigrasian saat hendak masuk Indonesia. Jumat (19/12) lalu, penyerang lincah yang sedianya dikontrak Singo Edan sebagai tandem Emaleu Serge ini terpaksa kembali lagi ke kampung halamannya, Chile usai sempat beberapa hari ditahan pihak imigrasi Malaysia.
Manajemen menjadikan hal itu sebagai pelajaran berharga dan tidak ingin hal itu kembali dialami Arema dan pemainnya di kemudian hari. Khusus untuk membantu Pato, manajemen turun tangan mengurusi pengadaan kelengkapan dokumen imigrasi secara lengkap. Langkah itu dilakukan Arema dengan menurunkan stafnya yang dicomot dari salah satu jajaran agen pemain asing di Indonesia.
(Dian Ngalam)
MALINGSIAAAAAAAAAAAAAA
BalasHapus